Begini Cara Hitung Biaya Jasa Arsitek Rumah yang Digunakan di Indonesia

Untuk menghitung Biaya Jasa Arsitek Rumah terdapat dua cara yang biasanya berlaku di Indonesia. Adapun cara pertama ialah perhitungannya berdasarkan ukuran bangunan, cara selanjutnya menghitung mengikuti persentase dari RAB atau Rencana Anggaran Biaya untuk total bangunan. Berikut penjelasan penghitungan kedua cara ini. 

• Berdasarkan Ukuran Bangunan

Pada cara ini, anggaran jasa arsitek dihitung dari ukuran bangunan yang dirancang. Bila menggunakan metode ukuran bangunan, maka arsitek berpengalaman akan lebih tinggi tarifnya daripada arsitek junior. Makin berpengalaman arsitek tersebut tentu makin baik skillnya, begitupun biayanya semakin meningkat pula. Sistem pembayaran seperti ini sering dipakai sebab dianggap adil. 

Tapi jangan keliru, meski biaya jasa arsitek pada metode ini dihitung menurut keahlian dan pengalaman, namun berdasarkan IAI atau Ikatan Arsitek Indonesia, pada tahun 2012 sudah ada ketetapan minimum upah atau honorarium arsitek sekitar 7% dari nilai bangunan atau sebesar Rp. 200.000,- per m². 

Contoh Perhitungan Biaya Jasa Arsitek Rumah dari Ukuran Bangunan

Apabila harga jasa seorang arsitek Rp. 250.000,- per m2, kemudian luas bangunan yang akan didesain yakni 90 m2, maka biaya rancangan arsitek ini adalah Rp. 250.000,- dikali 90, maka total biaya yaitu Rp. 22.500.000,-.

  • Berdasarkan Persentase RAB

Untuk pembangunan rumah mewah dengan detail rumit, dan banyak renovasi atau perubahan yang Anda inginkan pada hunian tersebut, sebagian besar pengguna jasa akan memilih metode ini. Dengan sistem ini membuat arsitek dapat mengakomodasi semua permintaan perubahan desain jika di tengah jalan Anda meminta perubahan, karena biaya jasa renovasi rumah bekasi ini dihitung pada total biaya pembangunan hingga proyek selesai. 

Apabila Anda menggunakan sistem persentase RAB, maka tarif yang diberikan pada arsitek junior maupun yang berpengalaman sama rata. Tentunya hal ini akan merugikan arsitek maupun Anda sendiri sebagai pengguna. Jadi, kalau harga yang dikenakan sangat tinggi, maka Anda lah yang terbebani biaya tersebut. Sememtara apabila tarif yang diperoleh terlalu rendah bagi arsitek, hal ini pastinya membuat arsitek berpengalaman rugi. Tak ada patokan untuk membayar keahlian dan pengalaman tiap arsitek di metode ini.

Contoh Perhitungan Tarif Jasa Arsitek Rumah Berdasarkan Persentase RAB

Jika bangunan yang akan didirikan adalah rumah tinggal pribadi yang masuk ke dalam kategori hunian mewah, dan rencana biaya totalnya sebesar 2 Miliar, maka tarif arsitek ini ialah: 8% x Rp. 2.000.000.000,- = Rp. 160.000.000,-

Dari kedua pilihan perhitungan tentu memiliki kekurangan kelebihan masing-masing, karenanya Anda mesti memilih layanan arsitek yang tepat agar tidak merugi. Lagipula menggunakan jasa arsitek memudahkan Anda membangun dengan baik dan benar hunian Anda. Oleh sebab itu, biaya jasa arsitek rumah ini perlu ditentukan sejak awal agar selama masa pengerjaan hingga selesai, dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tidak over budget.

Informasi Lebih lanjut? Silahkan Chat